Laman

Rabu, 13 Maret 2013

KISAH LEMBAH HIJAU

Penulis : Bunga Rosania Indah
Kumpulan Cerpen berlatar Tentara, terdiri dar 7 kisah :
1.Firasat Sepertiga Malam
2.Memories Of Ocean
3.Topeng Sang Letnan
4.Facebook Tentara Gadungan
5.Aku Bertahan (Kisah Nyata)
6.Ketegaran Wanita (Edisi Revisi dari cerpen Ketegaran Wanita Tanpa Anak)
Bonus Cerpen : Melintasi Samudra




Info Penerbit: https://www.facebook.com/pharfeey





Sinopsis cerpen "AKU BERTAHAN" (KISAH NYATA)

di buku KISAH LEMBAH HIJAU

penulis : Bunga Rosania Indah


“Dek Nadya, aku sungguh mencintaimu. Aku terpaksa menikahi Lila, pernikahan ini karena perjodohan, aku berhutang budi pada keluarga Lila. Bapaknya lah yang membantuku masuk tentara hingga seperti sekarang ini. Pernikahan kami mengeluarkan dana yang cukup besar, jika kuhancurkan sekarang maka bertambahlah hutang budiku pada mereka. Penikahanku dengan Lila tak akan berjalan mulus, kumohon tunggu aku ya Dek.” Dengan tatapan sedih, Nadya berusaha mengerti apa yang kualami.




Cerpen : Topeng Sang Letnan 

Buku : KISAH LEMBAH HIJAU

Penulis : Bunga Rosania Indah

Sinopis :

Magelang, 1 Juli 1949
Siang terik, anak-anak perempuan Jawa sedang asik memainkan lakonnya. Ada yang bermain dakon, boneka dari kain, pasar-pasaran ataupun lompat tali. Namun ada dua bocah perempuan yang menyimpang dari kegiatan umumnya bocah perempuan Jawa, Kanti dan Tari, bocah perempuan berumur sembilan tahun itu sibuk bermain perang-perangan.
“Jika sudah besar, aku akan jadi tentara wanita,” ujar Tari, matanya berbinar menatap senjata pelepah pisang buatannya. Kanti menghentikan kegiatannya dan menoleh ke Tari, “Kenapa kau ingin sekali menjadi tentara?”
“Tentu saja, aku tak ingin bangsa tercintaku ini kembali di jajah. Lebih baik aku mati daripada melihat negara kita ini hancur.” Tari menatap tajam Kanti, “Lalu kau Kanti, apa cita-citamu?”
Kanti terdiam sesaat, “Aku ingin menjadi pedagang batik saja.”
“Tidak! Kita harus menjadi tentara. Kanti, suatu saat kau dan aku akan menjadi tentara wanita negri ini,” ucap Tari sembari memandang senjata mainannya.
**
1 Oktober 1965. RPKAD bersama Kostrad melakukan pergerakan, beberapa pasukan bergerak di kawasan Monas, Halim, dan Pondok Gede.
“Letnan Candra, kau ku tugaskan menangkap pemimpin gerakan wanita, mereka bersekutu dengan PKI. Pemimpin mereka bernama Buntari Nawarni. Tangkap dia.”
Mata Candrakanti membelalak, “Siapa namanya Mayor?”
“Buntari Nawarni. Jika dia mengadakan perlawanan, maka bunuh saja.”
Darah Candrakanti bak tersirap, seluruh tengkuknya panas, Buntari Nawarni adalah nama lengkap Tari sahabatnya.


judul cerpen : FIRASAT SEPERTIGA MALAM
Penulis : Bunga Rosania Indah
Sinopsis : 


Dua orang polisi yang mengawasi Elsina di ruang tahanannya memperhatikan gerak-gerik Elsina. Elsina nampak tenang, ekspresi datar tanpa senyum bahkan tanpa ketakutan apapun yang mungkin akan menjerat dirinya atas dakwaan sebagai pebunuh suaminya sendiri.
“Aku heran pada wanita itu, ia terlihat tenang, seolah tak terjadi apapun.” Kata salah seorang petugas kepolisian. “Menurutmu dia sungguh melakukan pembunuhan keji itu?” sambungnya.
“Entahlah, yang kuherankan dia bersikukuh membantah telah melakukan pembunuhan itu padahal semua bukti mengarah padanya,” tukas petugas polisi satunya.
Elsina duduk di lantai ruangan berjeruji besi itu, tangannya memeluk kedua lututnya. Ia menelungkupkan kepalanya ke bawah sambil bersenandung kecil.
Kedua orang petugas itu kembali memperhatikannya. “Apa wanita itu sudah tak waras?” ujar seorang petugas, “Sayang sekali, padahal wajahnya nampak begitu anggun dan keibuan, besar kemungkinan ia dijatuhkan vonis hukuman mati. kira-kira berapa usia wanita itu?”
**
TRAGEDI PEMBUNUHAN DI SEBUAH ASRAMA TENTARA YANG BERAWAL DARI PERSELINGKUHAN...??



Pemesanan langsung ke:
Penerbit Harfeey Yogyakarta
ketik : judul buku_jumlah order_alamat sms ke : 081904162092 (Pre Order)

BUKU : KISAH LEMBAH HIJAU
Harga : Rp.38.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar